by

GMNI Mamuju: Perubahan Bandara Tampa Padang Tidak Urgent

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mamuju menilai perubahan nama Tampa Padang Mamuju menjadi Bandara Hajjah Andi Depu Tampa Padang tidak begitu urgent dilakukan untuk saat ini.

Menurut Ketua Cabang GMNI Mamuju, M. Fhatir, justru banyak persoalan lain yang lebih penting diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar. Seperti pembayaran pembebasan lahan masyarakat yang terkena pelebaran bandara, yang sampai saat ini dianggap belum selesai.

Kemudian masalah pendidikan. Kata Fhatir, itu lebih baik diperhatikan oleh Pemprov. Karena sampai saat ini masih banyak problem dan bahkan pendidikan di Sulbar dinilai masih sangat jauh dari harapan.

“Bicara soal pendidikan, 20 persen anggaran APBN diarahkan untuk pendidikan. Namun juga tidak mempengaruhi tingkat kualitas pendidikan Sulbar, seperti data LTMPT dari 23.110 sekolah satupun sekolah dari Sulbar tidak masuk Seribu sekolah yang memiliki standar penilaian UTBK,” ungkap Fhatir kepada mediaekspres.id, Rabu (20/04/22).

Baca juga

Perubahan Nama Bandara Tampa Padam, PMII Minta Akomodir Keinginan Masyarakat

Selain itu, kata Fhatir, masalah kemiskinan yang meningkat secara tahunan. Dari data yang diperoleh, kemiskinan di Sulbar pada September 2021 mencapai 11,85 persen. Meningkat jika dibandingkan pada September 2020 sebesar 11,5 persen. Atau  jumlah penduduk miskin Sulbar pada bulan September 2021 sebanyak 165,99 Ribu jiwa dan mengalami peningkatan sebesar 4,36 persen jika dibandingkan dengan September 2020 sejumlah 159.05 Ribu jiwa.

“Belum lagi bicara kesehatan seperti kasus stunting Sulbar yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi (SDGI) 2021 menunjukkan prevalensi stunting balita di Sulbar sebesar 33.8 persen sangat jauh dari Satndar WHO yaitu 20 persen,” pungkas Fhatir.

Reporter: Irwan

Editor : Mediaekspres.id

Comment