by

Program KUR Kementan Tahun 2022, Sulbar Capai 1000 Hektar

MAMUJU,MEDIAEKSPRES,id – Untuk mendorong maksimalisasi kemudahan para petani mendapat pinjaman modal dari perbangkan tanpa jaminan. Kementrian pertanian terus menggenjot Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam hal ini mennggadeng PT. Java Princessesha Indonesia sebagai Offtacker dan  bekerja sama dengan Avalist untuk menjamin data masyarakat, guna mempermudah proses mendapatkan pinjaman KUR Pertanian tanpa jaminan.

Di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) minat para petani untuk mendapatkan KUR Pertanian cukup diminati. Hal tersebut diungkapakan Pimpinan Cabang Sulawesi Barat  PT. Java Princessesha Indonesia, Alamsyah mengatakan dirinya bersama Koordinator Wilayah PT. Java terus memasifkan sosialisasi program KUR pertanian dari Kementrian Pertanian RI,di enam kabupaten di Porovinsi Sulbar.

“Saat ini telah mencapai seribu hektar lebih untuk tahap awal usulan Petani baik dari sector pertanian maupun peternakan. Dan kami  bersama Tim, terus melakukan sosialisasi,” ujar pimpinan cabang Sulbar, PT. Java Princessesha Indonesia, Alamsyah  kepada mediaekspres.id di Mamuju, Rabu, (25/05/2022)

Direktur, PT. Java Princessesha Indonesia, Windhu Handayani (kerudung putih) bersama Pimpinan Cabang Sulbar, PT. Java Princessesha Indonesia, Alamsyah, tim wilayaha Sulbar saat melakukan diskusi mengenai program KUR Pertanian beberapa waktu yang lalu.

Lanjut dia mengatakan, usulan masayarakat petani Sulbar berupa pinjaman modal itu, datanya akan proses dan dikirim langsung ke direktur PT. Java Princessesha Indonesia di Jakarta.

Dilansir dari merdeka.com sektor pertanian cukup tinggi. Hingga 3 Mei 2022, KUR Pertanian sudah terserap Rp39,337 triiliun lebih dari alokasi anggaran senilai Rp90 triliun. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, KUR Pertanian memang diperuntukkan bagi para petani.

“Dengan KUR Pertanian, persoalan permodalan dapat teratasi. Petani dapat mengembangkan pertanian mereka dengan KUR Pertanian,” ujar mentan

Untuk itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, meminta para petani memanfaatkan KUR Pertanian. Pinjaman tersebut dapat diakses untuk modal awal pengembangan budi daya pertanian dari hulu hingga hilir, Pemanfaatan KUR juga dapat dilakukan untuk mendukung berbagai kegiatan pertanian, mulai dari musim tanam, panen, pascapanen, hingga packaging atau pengemasan.

“KUR Pertanian ini membantu petani mengembangkan budidaya pertanian dari hulu hingga hilir. Jadi, ada banyak manfaat dari program KUR Pertanian ini dalam rangka mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional,” ujar Ali.

Pimpinan Cabang Sulbar, PT. Java Princessesha Indonesia, Alamsyah (tengah) saat melakukan sosialisasi KUR Pertanian kepada kelompok tani di Polewali Mandar.

Direktur Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Indah Megahwati mengatakan, realisasi penyaluran KUR hingga awal Mei 2022 sudah mencapai Rp39,337 triliun.

Dia mengatakan, tingginya realisasi penyaluran tersebut karena Kementan sudah memiliki program kemitraan bersama off–taker dan klusterisasi. Program ini tertuang dalam Permenko Nomor 2 tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus Bagi Penerima Kredit Usaha Rakyat terdampak pandemi Covid-19

“Di antara 15 program pertanian yang ada, KUR adalah program prioritas. Salah satunya adalah Taksi Alsintan dengan KUR, Pupuk Non-Subsidi dengan KUR, Pembuatan embung dengan KUR, dan sebagainya,” jelasnya.

Indah Megahwati menyebutkan, alokasi KUR pertanian tahun 2022 dibagi dalam beberapa sektor. Untuk tanaman pangan alokasinya sebesar Rp27,470 triliun, hortikultura Rp11,090 triliun, Perkebunan Rp30,080 triliun, Peternakan Rp21,360 triliun.

Indah menyebutkan, setiap subsektor ada KUR untuk Alsintan. Ini dilakukan karena mulai tahun 2022 Kementan mempunyai program Taksi Alsintan.

Reporter : Chandraqa

Editor : Mediakepsres.id

“Bertani dengan bijak agar tetap mewariskan tanah subur pada generasi berikutnya,”

NN

Comment