oleh

Kepala Biro Ekbang Sulbar, Asmar Siapkan Aplikasi PIHPS Untuk Pantau Harga Sembako

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Di awal Tahun 2020 tentu menjadi progres awal setiap dinas untuk melakukan peningkatan kinerja. Begitupun Biro Ekbang Sulawesi Barat yang menjelaskan tentang Percepatan langkah awal tahun 2020.

Dijelaskan Kepala Biro Ekbang Sulawesi Barat, Asmar mengatakan, di tahun 2020 ini  pertama yang dilakukan adalah terkait tentang pelaksanaan barang dan jasa yang menurutnya itu paling penting dan  paling pertama yang dilakukan adalah penginputan paket pangadaan barang dan jasa melalui aplikasi SIRUP.

Dimana sirup adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis Web (Web based) yang fungsinya sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan RUP.

“SiRUP bertujuan untuk mempermudah pihak PA/KPA dalam mengumumkan RUPnya,” ujar Asmar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/01/ 20).

Untuk langkah tersebut, biro ekbang telah menyurat kepada OPD  untuk segera melakukan refiuw pemaketan pengadaan barang dan jasa, itu untuk percepatan agar kejadian tahun 2019 tidak terulang lagi akibat keterlambatan pelaksanaan barang dan jasa. Pasalnya hanya ada beberapa OPD saja yang baru melakukan penginputan , jadi sekarang kita susul kembali untuk melakukan refiuw pemaketan lebih awal,hal ini dilakukan agar dapat melakukan percepatan pengadaan barang jasa.

Selain itu, pencapaian di tahun 2019 telah termasuk pengendalian inflasi kita cukup 1,43% lebih rendah dari target inflasi nasional 3,5+-1% dan lebih rendah dari  tahun 2018 itu yaitu 1,8% Sebenarnya itu sangat rendah. Pasalnya jika inflasi terlau  rendah maka  pertumbuhan ekonomi jg melambat . Tapi paling tidak kita bisa menekan inflasi pada posisi yang rendah dan stabil

“Ditahun 2020 ini kita akan duduk bersama dengan pihak terkait, BI ,BPS, Bulog dan Satgas Pangan Polda dan stakeholder terkait lainnya itu kami lakukan kegiatan-kegiatan pengendalian  inflasi agar inflasi kita tetap stabil dan berada pada target sasaran inflasi nasional 3,5+-1%,” ungkapnya.

Menyinggung tentang persiapan memasuki tiga bulan ramadhan, dikatakannya, bahwa biasanya akan terjadi lonjakan harga beberapa komoditas tertentu, sehingga seperti tahun2 sebelumnya  kami sudah berencana untuk melakukan High Level Meeting  untuk membicarakan langkah-langkah strategis apa saja yang akan dilakukan menjelang tiga bulan memasuki ramadhan untuk mengatisipasi lonjakan harga yg biasa terjadi menjelang bulan Ramadhan, sebagai mana Kunci Strategi pengendalian inflasi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang efektif.

Selain itu PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan  Strategis) yg dapat diakses oleh masyarakat setiap hari tentang harga sembako di beberapa pasar di Sulawesi Barat juga menjadi salah satu upaya TPID dalam pengendalian inflasi di Sulawesi Barat.

“Jadi setiap hari harga dapat dilihat melalui aplikasi pusat infomrasi harga pangan strategis atau PIHPS. Cukup dengan mengklik PIHPS kita sudah bisa melihat harga sembako setiap harinya,” imbuh Asmar.

Selain itu Biro Ekbang Sulawesi Barat juga punya program Percepatan Akses Keuangan di Daerah, dalam minggu ini TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Prov. Sulbar dalam upaya  mendorong Pertumbuhan Perekonomian di Sulawesi Barat dan membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat pelaku UMKM di Sulbar melalui Penyaluran Kredit Usaha Mikro, akan melaksanakan penginputan data UMKM yang Produktif ke dalam Aplikasi SIKP(Sistim Informasi Kredit Program) yang nantinya dapat memudahkan Lembaga Jasa Keuangan dam menyalurkan Pembiayaan/Kredit kepada para pelaku UMKM.

Di singung pula tentang satu data indonesia, Asmar menuturkan siap dan mendukung dan di Biro Ekbang pula telah siapkan operator untuk menangani tentang data. (Adv)

Komentar