MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Dalam rangka peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022. Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mengajak masyarakat sukseskan pemecahan Rekor Muri Minum Tablet Tambah Darah Remaja Putri Se-Sulawesi Barat. Ajakan itu terlihat dari sebuah Pamflet yang bertebaran di Media Sosial (Medsos).
Bisa jadi, ajakan pemerintah ini sebagai upaya menekan angka stanting. Dimana Sulbar pada tahun 2021 merupakan penyumbang tertinggi dari 12 provinsi, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).
Namun sayang, pemanfaatan momentum Hardiknas untuk menyukseskan pemecahan Rekor Muri Minum Tablet Tambah Darah. Di nilai Ketua PMII Cabang Mamuju, Syamsuddin, kurang tepat dan tidak merepresentasikan tujuan dan nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan pendidikan di Indonesia.
Seharusnya kata Syamsuddin, lebih tepatnya pemerintah memperingati Hardiknas dengan bentuk lain yang lebih kreatif dan bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan. Seperti pemecahan rekor muri baca buku atau literasi buku. “Minimal dari kegiatan tersebut bisa berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan di Sulbar,” kata Syamsuddin lewat keterangan tertulisnya, Sabtu malam (07/05/22).
Di momentum Hardiknas 2022. Pemerintah ditekankan menciptakan terebosan untuk meningkatkan mutu pendindikan. Yang dapat melahirkan generasi dengan skil dan kompetensi yang mumpuni dan memiliki daya saing dengan daerah lain.
“Hari ini generasi Sulbar perlu asupan pengetahuan bukan asupan tablet penambah darah. Terlebih lagi tablet penambah darah itu dari mana?” ujar Syamsuddin.
Baca juga
PMII Mamuju Sambut Polda Sulbar 11 Tuntutan
Harga Pertamax Naik, Ketua PMII Mamuju: Pemerintah Harus Empati
Selain itu, Syamsuddin menuntut pemerintah untuk tidak memhabiskan anggaran dengan kegiatan seremoni dan tidak terukur. Serta ouput dari kegiatan itu tidak memiliki efek nyata dalam peningkatan mutu pendidikan. Apalagi Indeks Pendidikan Sulbar saat ini tercatat beberapa tahun terakhir paling rendah setelah Papua dan Papua Barat. “Harusnya pemerintah Pemprov Sulbar malu dengan hal tersebut,” tegasnya.
Sekedar diketahui, tablet penambah darah merupakan suplemen zat gizi yang mengadung 60 mg besi elemental dan 0,25 asam folat. Salah satu manfaatnya membantu pertumbuhan janin ibu hamil. Namun pada beberapa kasus yang amat jarang, suplemen zat besi ini dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah – bibir – lidah – dan tenggorokan. Sehingga membutuhkan saran dokter agar aman dikonsumsi. Dilansir dari berbagai sumber.
Reporter: Irwan
Editor : Mediaekspres.id
Comment