by

Jalan Poros Tappalang Barat, Antara Kabupaten atau Pemprov

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Pasca masyarakat melakukan aksi tanam pohon pisang dan kelapa di tengah jalan poros Tappalang Barat, tepatnya Desa Orobatu. Menimbulkan pertanyaan, apakah kekesalan warga itu tepatnya dialamatkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) atau Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Sulbar, Muh. Akhsan, mengaku jalan yang menghubungkan antara Tappalang Barat dan Tappalang Induk itu masih kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju.

“Saat ini masih kewenangan pemerintah kabupaten, trims,” jawab Muh. Akhsan, Rabu (04/05/22).

Sementara Kepala Dinas PUPR Mamuju, Basit, mengaku jalan tersebut dalam proses peralihan kewenangan dari Kabupaten ke Provinsi, sesuai permintaan Pemerintah Provinsi sendiri. Namun sampai saat ini belum di SK–kan.

“Jadi banyak jalan yang sudah lama di minta Balai dan Provinsi tapi SK-nya belum keluar dari gubernur,” kata Basit, Minggu (08/05/2022).

Baca juga

Respon Malik Ballako Melihat Jalan Poros Tappalang Barat

Volume Pekerjaan Martadina–Tappalang Barat Dikurangi, Ikhsan Syarif Tak Terima

Meskipun begitu, Kadis PU Mamuju masih tetap merasa berkewajiban menanggapi tuntuntan masyarakat desa Orobatu yang sempat jadi sorotan warga net tersebut.

“Jadi tetap kami kerja, menunggu perubahan. Karena itu sifatnya kayak abrasi itu–kan alam. Terkait yang ditanami pohon pisang itu – memang pernah di kerja. Hanya saja struktur tanahnya kurang stabil, sehingga permukaan tanahnya turun,” jelasnya.

Selain itu, Basit membantah apabila jalan yang dikeluhkan warga itu kurang mendapat perhatian. Hanya saja konstur tanahnya yang kurang stabil sehingga berdampak pada kondisi jalan.

“Itu ada bekas aspal disana kelihatan di foto. Kalau sudah lama tidak di sentuh itu tidak benar,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Orobatu mengaku jalan yang rusak sepanjang 3 kilometer itu sudah lama sekali tidak mendapat perhatian pemerintah. Bahkan upaya untuk dilakukan perbaikan sudah beberapa kali diusulkan. Baik lewat Musrembang maupun koordinasi langsung dengan pemangku kebijakan.

“Bahkan beberapa kali di janji baik pada momen Pilkada maupun Pileg, namun hasilnya sampai saat ini masih nol. Makanya termasuk sabar ini warga, selama ini banyak di janji namun tidak ada realisasi,” ungkap salah satu warga desa Orobatu.

Reporter: Irwan

Editor : Mediaekspres.id

Comment