by

Menyelamatkan Jantung Perekonomian dari Penyebaran Covid-19

PASANGKAYU, MEDIAEKSPRES.id – Salah satu peserta KKN Tematik Unhas “Bersatu Melawan Covid-19” wilayah Sulawesi Barat 3, melakukan pengabdian dengan edukasi penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional Burangge, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu.

Berangkat dari keresahan kurangnya penerapan protokol kesehatan di tempat kerumunan, seperti pasar tradisional, membuat Maulida berinisiatif terjun langsung mengedukasi pedagang dan pengunjung pasar.

Tujuannya agar masyarakat bisa mengikuti anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan saat berada di pasar tradisional.

“Pasar merupakan jantung perekonomian tingkat bawah, sehingga keberadaannya mempengaruhi banyak orang. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, menutup pasar bukan sebuah solusi tepat untuk menghindari kerumunan,” kata Maulida kepada Mediaekspres.id, Selasa (18/8/2020).

“Melainkan kita harus berupaya mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, agar pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dapat berjalan beriringan.”

Sebelumnya, program kerja KKN yang diusulkan tersebut telah dikomunikasikan dengan pemerintah setempat dan mendapat respon positif.

Sementara Kepala Desa Kasano, Mansur berharap kehadiran peserta KKN bisa membantu pemerintah menghadapi efek pandemi tersebut.

“Kita ketahui bersama saat ini kita sedang menghadapi yang namanya Covid-19, untuk itu diharapkan kehadiran peserta KKN Unhas ini nantinya dapat bersama-sama membantu pemerintah untuk menghadapinya,” terang Mansur

Program yang diadakan selama tiga pekan (15 Juli – 5 Agustus 2020) ini tidak hanya berupaya mengedukasi masyarakat melalui pengadaan flyer.

Mahasiswa juga membuat video singkat tips pencegahan Covid-19 di pasar tradisional, dan juga membagikan masker non-medis kepada pedagang.

Reporter: Shermes

Editor     : Mediaekspres.id

Kata bijak “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.”

Ali bin Abi Thalib

Comment