MATENG, MEDIAEKSPRES.id- Muslimat NU Kabupaten Mamuju Tengah, melakukan santunan anak yatim pada 10 Muharram 1443 Hijriah di Masjid Darul Muktakin, Desa kabubu.
Sekretaris muslimat Kabubu Lis Lidyowati mengungkapkan jumlah santunan 46 anak dari 3 desa, yaitu Desa Kabubu, Desa Waeputeh dan Desa Topoyo yang menerima santunan.
Puluhan warga yang datang sangat antusias, di mana Muslimat NU memberikan santunan secara individu kepada anak yatim.
Selain itu, Panitia Pelaksana Muslimat desa Kabubu juga memberikan santunan sebesar Rp. 1.900.000/anak di sertakan beberapa bingkisan. Bantuan tersebut semoga bisa bermanfaat bagi anak yatim.
KH Mudkholul Huda selaku pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum mengatakan bahwa Indonesia memang ramai budaya seperti ini, hampir setiap Masjid serta majlis taklim mengadakan perayaan tahun baru Islam, disertai di dalamnya santunan anak yatim. Apa lagi di bulan Muharram, tepatnya tanggal 10.
Lanjutnya, bagi mereka, menyantuni anak yatim itu ibadah yang tidak boleh dikhususkan dan itu pada waktu-waktu tertentu saja.
Ketua MUI Kab. Mamuju Tengah, KH. Nur Khozin mengajak seluruh masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan (prokes) dalam masa pandemi covid 19
Beliaupun menambahkan siapa yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya, (Hadits ke 212 dari kitab Tanbih al-Ghafilin).
“Ada hadits dari Imam Tabrani yang menyebutkan sedekah di bulan Muharram 70 kali lipat dari bulan-bulan lainnya. Momen ini yang harus dimanfaatkan oleh kita,” ujarnya, di
Di Kabubu, 19 agustus 2021.
Reporter : Turianto
Editor : mediaekspres
Komentar