oleh

481 Tahun, Kerenkah Mamuju?

Oleh: Muh Irfan
(Ketua Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat Basis FPPI Pimkot Mamuju)

– Peringatan hari jadi mamuju ke 481 jatuh pada tanggal 14 juli yang bertema “Dengan semangat hari jadi Mamuju ke 481 tahun kita aktualisasikan nilai budaya dan kearifan lokal untuk mewujudkan Mamuju Keren”

Pertama saya ingin sampaikan ucapan hari selamat jadi Mamuju Yang ke 481 tahun, Peringatan hari jadi mamuju kali ini tentu sangat berbeda dengan beberapa tahun terakhir, karena hari ini kita masih berjibaku dengan wabah covid-19, kita melihat usia daerah Mamuju ini sungguh sangat mapan serta perjalanan yang sangat sudah cukup lama

Di Mamuju sendiri kita sudah mengetahui potensi sumber daya alam sangat melimpah, mulai dari sektor pertaniannya, kelautan, perkebunan, serta alam yang mengandung uranium, emas, dan juga mangan. Di luar sumber daya alam yang sangat melimpah, Mamuju memiliki budaya yang masih sangat terikat, dan ini menjadi tugas kita bersama untuk kemudian selalu melestarikan budaya sebagai kearifan lokal Mamuju itu sendiri.

Pandemi yang masih melanda republik ini menjadi tugas bersama — baik masyarakat dan terutama pemerintah — baik pusat maupun yang ada di lokal Mamuju, karena covid-19 ini masih menjadi sangat konspirasi di tengah-tengah masyarakat.

Di luar dari konspirasi soal covid-19 ini, tugas pemerintah khususnya Kabupaten Mamuju harus mampu kemudian bicara soal penguatan pangan di desa-desa. Ini tidak lain untuk bagaimana kemudian memperkuat ekonomi para petani yang ada di pelosok desa. Serta, harusnya sudah bergerak untuk bicara soal masyarakat pesisir, ya, minimal mensosialisasikan, mengajarkan, serta membangun tempat hasil tangkap yang diperoleh oleh nelayan dan kemudian dikelola guna penguatan ekonomi para nelayan yang ada di Mamuju.

Di luar daripada pandemi covid-19, tentu kita ketahui pula secara bersama: di pertengahan Januari kemarin, Sulawesi Barat, khususnya Mamuju diguncang gempa bumi yang menelan beberapa korban dan merusak bangunan, serta rumah warga.

Saya mau mengatakan bahwa Pemkab Mamuju itu kemudian gagal bicara soal percepatan penanggulangan bencana.

Kenapa kemudian gagal???

Harusnya tanggal 28 Maret 2021 tim assessment sudah diturunkan untuk validasi data tahap 1, 9.719 (RB, RS, RR) dan nantinya diberikan DTH (pengganti huntara) sebesar Rp 500 ribu selama 6 bulan yang masuk dalam kategori rumah rusak berat, tapi apalah daya, akomodasi tim assessment itu tidak diakomodir.

Karena banyak desakan dan pertanyaan dari masyarakat dengan adanya data amburadul, pada saat tanggal 7 Mei Bupati Mamuju memanggil desa/kelurahan beserta camat — itu pun desa/kelurahan yang dipanggil yang hanya masuk tahap 1 — untuk diberikan tanggung jawab validasi data rumah rusak. Kemudian tanggal 11 Mei Bupati Mamuju, memberikan dana DTH sebagai simbolis, saya tidak tau apakah betul itu DTH sudah diberikan kepada beberapa warga tersebut, karena setahu saya dana 2 M untuk DTH yang ada di BPBD belum tersentuh karena belum adanya validasi data.

Tanggal 30 Mei, Sekda Mamuju, BPBD kabupaten, beserta Dinas Perkim dari kabupaten melakukan konferensi pers di kanal aduan kabupaten (Rujab Wakil Bupati) dan hasilnya adalah tim validasi data akan diberikan kembali kepada tim teknis dari Perkim yang sudah dilatih salah satu NGO,
(disini kita sudah kita liat ngaconya pemerintah kabupaten dalam menangani percepatan penanggulangan bencana).
Karena pada tanggal 7 Mei bupati memberikan tanggung jawab kepada pihak desa/kelurahan dan pada akhirnya untuk tim assessment dikembalikan lagi ke BPBD kabupaten

Dan setelah aksi kami kemarin pada saat tanggal 31 Mei, bupati kemudian menjelaskan akan menyelesaiakan assessment dalam 2 minggu, terhitung dari tanggal 31 Mei, tapi fakta di lapangan sampai hari ini tim assessment yang kemudian dikomandoi oleh BPBD Kabupaten Mamuju masih melakukan asessment.

Saya mau mengatakan dengan hormat kepada pimpinan Mamuju dalam hal ini Bupati Mamuju beserta OPD, percepatan penanggulangan pascabencana kalian gagal melaksanakan tugas membuat Mamuju Keren.

Pesan saya kepada Bupati, Wakil Bupati beserta OPDnya untuk kemudian memperbaikan kekuatan pangan yang ada didesa-desa untuk stabilisasi rakyat di tengah-tengah pandemi, serta hidupkan masyarakat pesisir melalui pembangunan-pembangunan pengelolaan hasil tangkap nelayan, jika kalian ingin memberikan kado terindah kepada Mamuju di usianya Yang semakin mapan ini

Hormat saya

Rakyat Kuasa!!!

Komentar