oleh

Bangunan di Korongngana Menimbulkan Tanda Tanya

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Tidak jauh dari kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), tampak dua bangunan setinggi kurang lebih lima meter dari dasar sungai Korongngana. Kemudian lebarnya sekitar kurang lebih empat meter.

Kondisi bangunan saat ini terlihat sudah mulai berlumut dan bagian bawah-pun mulai terkikis aliran air sungai.

Setelah ditelusuri, ternyata bangunan tersebut adalah penyangga jembatan. Namun terbengkalai lantaran tidak dianggarkan untuk tahap kedua oleh Dinas PUPR Mamuju.

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mamuju, Erwin yang sebelumnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang terkesan mangkrat tersebut.

Menurut Erwin, perencanaan pembangunan jembatan di Jalan H. Abdul Malik Pattana Endeng, Lingk. Korongngana, itu terdiri dua tahap. Untuk tahap awal dianggarkan sekitar kurang lebih Rp. 600 juta di tahun 2017.

“Memang di kontrak untuk bangunan bawah dulu. Sudah itu baru dilanjukkan bangunan atasnya,” kata Erwin melalui via telepon, Senin (12/07/21).

Baca juga

DPRD Mamuju Sorot Proyek Pengaspalan di Sese

Pelaksana Pengaspalan di Sese ‘Bohong’

Lebih lanjut Erwin menyampaikan, awal dari pelaksanaan pembangunan jembatan sudah sesuai dengan perencanaan. Sementara untuk pembangunan sampai selesai ia tidak dapat pastikan karena berhubung pada saat itu ia mendapat musibah ‘kecelakaan’. Sehingga tanggungjawab pelaksanaan jembatan di ambil alih oleh Kepala Dinas Pada saat itu.

“Kalo pembangunan awal sudah sesuai. Cuman persoalannya kurang lebih satu bulan terakhir, saya ada musibah. Saya mengalami kecelakaan jadi bukan saya lagi melanjukkan pekerjaan sebagai PPK,” jelasnya.

Kemudian selanjutnya, soal realisasi pembangunan tahap kedua yang tidak berjalan, Erwin mengaku tidak mengetahui.

“Saya tidak tahu kenapa pada saat itu tidak dilanjukkan dan disediakan anggaran,” pungkasnya.

Reporter: Irwan

Editor : Mediaekspres.id

Komentar