Pertanyakan Mekanisme Insentif Covid dan SK Vaksinator, Kapus Sukamaju Nyaris Serang Koord. Tim Covid

LUWU UTARA,MEDIAEKSPRES,id – Kepala Puskesmas Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan (Sulsel) Nyaris Serang Ketua team vaksin Covid Sukamaju, hal tersebut di duga imbas dari mempertanyakan mekanisme insentif covid anggotanya dan SK Vaksinator Covid.

Sikap Kepala Puskesmas yang menunjukkan jauh dari kata bijaksana itu, meruntuhkan wibawanya sendiri sebagai pimpinan. Pasalnya dalam video yang diperlihatkan saat rapat dengar pendapat antara pegawai Puskesmas dan Kepala Puskesmas Sukamaju itu, di duga Ingin menyerang pegawainya sendiri, yaitu Koordinator Tim Petugas Covid Sukamaju, Ns. Masita, S.Kep, MM.

Karena mempertanyakan hal tersebut, Ns. Masitapun harus rela menerima nonjob dari jabatannya karena sikapnya yang memperjuangkan mempertanyakan isentif petugas covid-19 di Puskesmas Sukamaju.

Menurut keterangan suami Masita, Abdul Azis Basmawan, Kepala Puskesmas Sukamaju, Tola SKM, emosional menghadapi pegawainya, lantaran mempertanyakan petunjuk mekanaisme terkait insentif vaksinator dan SK TIM Vaksinasi.

Tola seakan meghindari pertanyaan pegawai yang bernama Ns. Masita, yang menjabat sebagai tim Koord. covid-19 di Puskesmas Sukamaju. Ns. Masita yang hadir pada pertemuan itu, mempertanyakan petunjuk terkait insentif vaksinator dan SK TIM Vaksin. Selain itu, dalam menjalankan tugas sebagai abdi kesehatan dirinyaapun selalu berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin dengan ikhlas dan dengan sepenuh hati.

“Namun apalah daya, keinginan kadang tak sesuai harapan. Arogansi sikap Kepala Puskesmas Sukamaju, membuat Masita harus nonjob dari jabatannya. Tidak memberi ruang dimana harus melaksanakan tugas dan Tampa teguran secara lisan maupun tertulis. Ia tetiba di Nonjobkan lantaran dianggap mengkritik pimpinan karena menyampaikan masalah-masalah terkait Vaksinasi C-19 dan apa yang menjadi masukan anggota Timnya,” kata Abdul Azis Basmawan kepada mediaekspres.id saat di wawancarai pada, Selasa, (22/03/2022).

Lanjut ia menceritakan kronologinya, selaku koord. Tim covid. Istrinya menyampaikan beberapa point, diantaranya mempertanyakan insentif Vaksinator, Namun disela pembicaraan beberapa kali, Kepala Puskesmas memotong pembicaraan dan terlihat tampak emosi. Tapi beberapa peserta meminta agar kapus tenang agar masalah yang ada bisa dipecahkan bersama-sama.

“Istri saya meminta agar tetap tenang diberi waktu dulu untuk menyelesaikan pembicaraannya, agar pesan yang ingin disampaikan tidak sepenggal-sepenggal, namun Kepala Puskesmaspun tetap tidak bisa mengendalikan emosi dan langsung memukul meja, membanting mike, menendang meja dan ingin menyerang istri saya,” kata Suami Ns. Masita, Abdul Azis Basmawan.

Lanjut Azis sapaan akrabnya menjelaskan, istrinya melakukan itu hanya semata-mata memberi masukan agar insentif petugas covid dapat di bayarkan sesuai SK, sesui permintaan TIM Vaksinator.

“Saya tau betul istri saya dalam bekerja, dia orang yang sangat bertanggung jawab, royal dan total. Dia sangat peduli terhadap teman-teman TIM, utamanya anak-anak sukarela yang sudah banyak bekerja bersama-sama memaksimalkan program percepatan Vaksinasi,” urainya

Saat di konfirmasi, Kepala Puskesmas Sukamaju, Tola SKM, membantah bahwa dirinya tidak ada melakukan peyerangan terhadap pegawainya. Namun ia mengakui bahwa saat rapat berlangsung dirinya emosi dan ingin meninggalkan rapat. Namun temannya yang ikut rapat melarangnya agar dirinya tidak meninggalkan rapat.

“Karena saya yang pimpin rapat jadi teman-teman saya melarang saya untuk meninggalkan rapat,” ujar kepala Puskesmas Sukamaju, Tola, SKM

Dalam video yang beredar Tola nampak ingin menyerang pegawainya yang mepertanyakan insentif covid tersebut, beruntung dalam video itu beberapa pegawai menahan Tola. Namun bantahan Tola bahwa video itu ingin menyerang, dibantah sama sekali. Menurut dia, dirinya ingin meninggalkan ruangan, bukan menyerang.

“Tidak mungkin pak, saya itu mau keluar karena sebagai pimpinan, sepertinya saya ini tidak lagi ada penghargaan,” ujarnya

Lanjut Tola meyebut, Kepala Dinas kesehatan, yang juga ia hadirkan saat mediasi, juga tau semua, tau persoalan tersebut.

Menurutnya, insentif covid petugas kesehatan tidak ada masalah. Yang dipermasalahkan adalah karena ns. Masita tidak menghargai lagi dirinya sebagai pimpinan.

“Saya ini sebagai orang tua, sudah umur, sudah tidak dianggap maki sebagai pimpinan sebagai orang tua, ya pastiki emosi. Terakhir itu dia bilang jangki baperan pak. Kata-kata apa itu, bukanka anak-anak ini,” keluh Tola.

Masih Tola, untuk insentif petugas Covid di Puskesmas Sukamaju, hingga saat ini belum keluar mulai terhitung sejak bulan Januari 2022. Menurutnya ia belum mengeluarkan karena masih terkendala pada pertanggung jawaban. Namun dirinya memastikan insentif petugas Covid tetap akan di bayarkan.

Sementara itu, aktifis Luwu Utara, akan menindak lanjuti permasalahan tersebut, salah satunya, adanya Non Job sepihak beserta dugaan ancaman pemukulan yang dilakukan kepala puskesmas Sukamaju.

Reporter: Iksan
Editor : MEDIAEKSPRES.id

“Pemimpin terhebat belum tentu dia yang melakukan hal-hal terbesar. Tapi, dialah yang membuat orang melakukan hal-hal terbesar.”

Ronald Reagan

Comment