MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Sejumlah dana dari proyek DAK pendidikan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2020 diduga mengalir ke salah satu oknum yang disebut dengan istilah ‘Kosong-Kosong’.
Hal itu sesuai pengakuan salah satu pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar.
Pegawai yang tak ingin identitasnya diungkap itu mengatakan, ‘Kosong-Kosong’ punya jatah 10 persen dari tiap sekolah yang mengelola proyek DAK tersebut.
“10 persen (per sekolah) itu untuk ‘Kosong-Kosong’, 5 persen untuk sekolah, 2 persen untuk pak kabid, dan 5 persen untuk konsultan,” katanya, belum lama ini.
Baca juga:
Kasus DAK Pendidikan Sulbar, LAK: Kejati Harusnya Obok-obok Rujab Gubernur
Namun, oknum pegawai Disdikbud itu enggan mengungkap siapa yang dimaksud ‘Kosong-Kosong’ tersebut.
Untuk diketahui, pada tahun 2020, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran DAK fisik bidang pendidikan ke Sulbar sekira Rp 203 miliar.
Adapun jumlah alokasi anggaran bidang pendidikan SMA sebesar Rp 70.439.574.000, yang terdiri dari DAK Fisik Reguler sebesar Rp.62.370.614.000 dan DAK Fisik Afirmasi sebesar Rp.8.068.960.000. Jumlah SMA penerima sebanyak 82 sekolah yang tersebar di wilayah Provinsi Sulbar.
Bidang pendidikan SMK mendapat jatah Rp 127.188.963.000 untuk 65 sekolah. Sementara sisanya dialokasikan untuk bidang pendidikan SLB sebesar Rp 3.240.314.000.
Anggaran DAK fisik tiap sekolah bervariasi.
Reporter: Shermes
Editor : Mediaekspres.id
Komentar