oleh

Pelaku Pembacokan di Tapango Masih Dibawah Umur

POLMAN, MEDIAEKSPRES.id – Pelaku pembacokan yang terjadi di Dusun Lapejang, Desa Tapango, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) masih dibawah umur.

“Pelakunya adalah MR, 15 tahun, warga Dusun Tammalanre, Desa Tapango, Polman Sulbar,” kata Kapolsek Tapango, Ipda Taufiq Murawanto, saat dikonfirmasi via gawainya, Sabtu (17/10/20).

Taufiq Murawanto mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 20.00 Wita malam, Kamis 15 Oktober 2020 kemarin.

“Korbannya adalah Amirsan, 17 tahun, juga warga Dusun Tammalanre,” ungkapya.

Dia juga mengungkapkan bahwa MR sudah merencanakan aksinya jauh sebelum peristiwa tersebut karena kesal sering diteriaki dengan kata-kata kasar oleh Amirsan bersama istrinya.

“Saat korban melintas bersama istrinya menggunakan sepeda motornya di depan sebuah kios tempat pelaku menunggu korban, istri korban melihat pelaku dan langsung mengeluarkan kata-kata kasar kepada pelaku sehingga pelaku emosi dan terjadilah perkelahian yang berujung pembacokan,” kata Taufiq.

Lanjut Taufiq Murawanto menjelaskan bahwa MR membacok kepala korban sebanyak dua kali sehingga kepala korban luka. Lanjut kata Taufiq Murawanto, korban sempat menangkis bacokan MR dengan tangan kosong.

“Telapak tangan kanan korban juga luka. Dan saat itu, parang MR juga mengenai belakangnya sendiri namun tidak mengalami luka,” terangnya.

Setelah peristiwa, korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan sedangkan pelaku menyerahkan diri bersama dengan barang bukti berupa parang ke Mapolsek Tapango dan orang tua korban telah melaporkan kejadian yang dialami anaknya di Mapolsek Tapango.

“Saat ini MR diamankan di Mapolres Polman untuk dilakukan penyidikan di Unit PPA karena masih di bawah umur,” pungkas Taufiq.

Reporter: Eka

Editor : Mediaekspres.id

Kata bijak: “Pendidikan kita belum memenuhi tuntutan pendidikan karakter. Masih ada kekerasan di sekolah dan rumah, kurikulum semakin padat, dan cara mengajar yang belum ramah anak”.

Seto Mulyadi

Komentar