oleh

Kejati Tangkap DPO Kasus Korupsi Program Keaksaraan Disdikbud Sulbar

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar) berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana Ruspahri, kasus penyelenggaraan kegiatan keaksaraan yang diprogramkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar Tahun 2012.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Johny Manurung mengatakan, terpidana Ruspahri berhasil ditangkap Team Intelijen Kejati Sulbar di Pulau Krayan, sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan, tanggal 29 September 2020 lalu.

“DPO ditangkap pada hari ini Selasa tanggal 29 September 2020, setelah dilakukan pengintaian selama 4 (empat) hari,” kata Kajati melalui pesan rilisnya, Rabu kemarin (30/09/20).

Kajati Sulbar menjelaskan, DPO adalah Ketua PKBM Ar-Rahmat dalam menyelenggarakan kegiatan keaksaraan yang diprogramkan Disdikbud Sulbar pada Tahun 2012. Ia menerima dana hibah sebesar Rp. 424.000.000,- (empat ratus dua puluh empat juta rupiah) dari Disdikbud Sulbar.

“Terpidana melakukan penyalahgunaan dana dengan cara tidak melaksanakan kegiatan berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah dan tidak menyalurkan dana tersebut sehingga telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 270.250.000,- (dua ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)” jelasnya.

Atas perbuatannya kata Kajati Sulbar, terdakwa diputus bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor dan harus dihukum penjara selama 4 (empat) tahun, denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima Puluh juta rupiah) subs. 6 (enam) bulan, membayar uang pengganti sebesar Rp. 270.250.000 (dua ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) subs. 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mamuju No. 13/Pid.Sus/2018/PN.Mam tanggal 12 Desember 2018.

“Sebelumnya terpidana juga tidak dapat dihadirkan dipersidangan (persidangan dilakukan secata in absensia) oleh karena terpidana melarikan diri sejak November 2017,” tutupnya.

Reporter: */Hms Kejati Sulbar

Editor : Mediaekspres.id

Kata bijak: Titik bahaya dari korupsi tak cuma dilihat persentase kebocoran uang tapi juga dari menipisnya kepercayaan kepada bersihnya aparatur negara secara keseluruhan.”

Goenawan Mohamad

Komentar