oleh

Mengintip Realisasi Bantuan Rp 1,25 M Penajam Paser Utara untuk Mamuju

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur memberikan bantuan pascabencana kepada Pemkab Mamuju sebesar Rp 1,25 miliar. Bantuan itu disalurkan beberapa hari setelah gempa bumi, 15 Januari 2021 lalu.

Hal itu pun diakui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mamuju, Budianto Muin. Sumbangan dari Pemerintah Penajam Paser Utara ini berbentuk bantuan keuangan khusus (BKK).

Budianto mengatakan, berdasarkan surat yang dikirim pihak Penajam tanggal 19 Januari 2021, bantuan tersebut untuk pembangunan rehab rumah dan sarana prasarana infrastruktur lainnya.

Namun pihaknya urung mengalihkan bantuan tersebut untuk rehab rumah penyintas gempa karena data korban saat itu belum ada.

“Awalnya memang untuk perbaikan rumah, tapi karena beberapa pertimbangan, kami diskusi dengan pimpinan (Sekda Mamuju), akhirnya kita alihkan ke rehab puskesmas dan gedung obat,” jelas Budianto di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menambahkan, bantuan Pemkab Penajam Paser Utara itu dikirim dua tahap.

Dihubungi terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, H. Tonga menyampaikan, anggaran Rp 1,25 miliar akan dialokasikan untuk rehab fisik gedung Puskesmas Binanga, Puskesmas Rangas, dan gedung obat milik Dinkes Mamuju.

Ia menyampaikan bahwa program rehab puskesmas dan gedung obat tersebut sudah dirancang sejak Februari 2021.

“Alokasi Puskesmas Binanga sebesar Rp 176,25 juta,  Puskesmas Rangas Rp 133,75 juta., dan rehab gedung obat sebanyak Rp 940 juta,” jelas H. Tonga.

Sayangnya, bantuan dari pulau Borneo itu tak pernah diketahui DPRD Mamuju.

“Saya tidak pernah tahu soal bantuan dari Penajam ini,” singkat Wakil Ketua DPRD, Syamsuddin Hatta.

Untuk diketahui, selain Mamuju, Pemkab Penajam Paser Utara juga memberikan bantuan sebesar Rp 1,25 milar kepada Kabupaten Majene.

Reporter: Harly

Editor     : Mediaekspres.id

“Di setiap Negara, pemerintah tidak lain hanyalah konspirasi permanen dari pihak minoritas terhadap mayoritas, yang diperbudak dan dikalahkan.”

Mikhail Bakunin

Komentar