oleh

Jelang Idul Fitri Cara Pemdes Salulekbo Beri Kejutan Warganya

MATENG-MEDIAEKSPRES.id- Pemerintah desa Salulekbo Beri kejutan kepada warganya jelang hari raya Idul Fitri yang akan dilaksankan besok, Kamis 13 Mey 2021.

Tentunya warga desa Salulekbo bergembira menyambut hari raya Idul Fitri, apa lagi dibarengi dengan penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa Salulekbo.

Salah satu warga desa Salulekbo memperlihatkan kepada media ini, dana BLT yang di terima dari pemdes Salulekbo.

Tidak semua desa yang ada di kabupaten Mamuju Tengah dapat mencairkan dana BLT, dibtuhkan usaha percepatan adminstrasi agar pencairan segera terealisasi.

Usaha pemdesa Salulekbo melakukan percepatan administrasi demi memenuhi kewajiban pemdes, pelayanan kepada masyarakat termasuk proses administrasi pencairan BLT dapat terealisasi sebelum hari raya idul Fitri.

“Alhamdulillah Dana BLT telah cair untuk Tahap 1 bulan ke 3, dua hari sebelum hari raya idul fitri. Dengan harapan dana BLT yang cair ini bisa dibelanjakan untuk kebutuhan pokok menjelang hari raya,” kata Pjs. Kepala Desa Salulekbo, Galuh Prihandini, S.Pd kepada mediaekspres.id, di Topoyo, Rabu, (12/05/2020)

Adapun jumlah penerima dana BLT untuk anggaran Dana Desa 2021 sebanyak 170 KPM. Hal ini sesuai dengan hasil Musdes desa Salulekbo dan kriteria kemiskinan yang sudah dituangkan dalam perkades.

Lanjut mantan komisioner KPU Mamuju Tengah ini, menjelaskan bahwa sumber dana BLT desa bersumber dari Dana Desa tahun 2021.

“Berbeda tahun sebelumnya, tahun 2020 banyak pekerjaan fisik yang di coret atau terrefocusing dikarenakan desa wajib menganggarkan BLT dikarenakan wabah covid 19 yang melanda. dan hal itu belum ter-anggarkan pada saat musrembang pada tahun 2019,” ujarnya

Untuk tahun ini, pekerjaan fisik untuk pembangunan desa Salulekbo tersusun dengan baik, sesuai hasil Musrembang desa yang telah disepakati. Sehingga kemungkinannya tidak ada lagi pekerjaan fisik yang dicoret atau direfocusing untuk pembangunan desa.

“Sebab anggaran untuk BLT sudah dianggarkan khusus, jauh sebelumnya,” jelas Galuh Prihandini.

Lanjut Galuh berpesan, dalam setiap kegiatan apapun tak lupa senantiasa menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di wilayah pemerintahan desa Salulekbo. (Advertorial)

Reporter : MAT
Editor : mediaekspres.id

“Saya menganggapnya sebagai bagian terbaik dari pendidikan, telah dilahirkan dan dibesarkan di pedesaan”

Amos Bronson Alcott

Komentar