oleh

Dilidik Kejati, Proses Pencairan DAK Pendidikan Tersendat

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) saat ini tengah menyelidiki dugaan korupsi kasus DAK pendidikan Sulawesi Barat (Sulbar), tahun anggaran 2020.

Penyelidikan tersebut pun membuat proses pencairan anggaran DAK tahap akhir tertunda.

Hal itu sesuai surat pemberitahuan kepada kepala sekolah yang dikeluarkan Bidang SMK Disdikbud Sulbar, tanggal 18 Desember 2020.

Dalam surat itu, masih ada 5 persen dari 30 persen dana tahap III yang urung dicairkan.

“Pencairan 5% dilakukan setelah adanya Surat Penghentian Penyidikan dan Penghentian Penuntutan (SP3) oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.”

Surat pemberitahuan soal pencairan anggaran DAK yang dikeluarkan Bidang SMK Disdikbud Sulbar (Dok. ME)

“Dana 5% tersebut tetap menjadi kewenangan sekolah masing-masing, namun tidak dapat dicairkan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan selanjutnya,” begitu isi surat nomor 000-01/2870/2020 yang ditandatangani Kepala Bidang SMK, Irham Yakub tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan hingga saat ini masih berproses di meja penyidik Kejati Sulawesi Barat (Sulbar).

Baca juga:

Kasus DAK Pendidikan Sulbar Masih Berproses di Meja Penyidik

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Feri Mupahir mengatakan, sudah ada 70 persen kepala sekolah tingkat SMA dan SMK yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sudah memanggil fasilitator proyek dan sejumlah oknum di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar.

Untuk diketahui, tahun anggaran 2020, Bidang SMK mendapat alokasi DAK fisik sekira Rp 127.188.963.000, Bidang SMA sekira Rp 64.558.271.000, dan SLB mendapat alokasi sekira Rp 3.240.314.000.

Reporter: Shermes

Editor    : Mediaekspres.id

“Dalam kesakitan teruji kesabaran. Dalam perjuangan teruji keikhlasan.”

NN

Komentar