oleh

Polemik DAU Kelurahan, Mahasiswa Duduki DPRD Polman

POLMAN, MEDIAEKSPRES.id – Aliansi Mahasiswa Pemuda Sulawesi Barat (AMPAS) menduduki kantor DPRD Kabupaten Polman, Selasa (10/11/2020).

Mereka menyampaikan aspirasi terkait polemik Dana Alokasi Umum (DAU) Kelurahan Tahun Anggaran (TA) 2020.

Legislator yang dipimpin Ketua DPRD, Jupri Mahmud, langsung menggelar rapat bersama AMPAS, dengan menghadirkan perwakilan Pemkab Polman, camat dan lurah.

Menurut Jupri, sesuai Permendagri Nomor 130 Pasal 14 tentang pengelolaan DAU Kelurahan, pembangunan sarana dan prasana harus melibatkan kelompok masyarakat dan organsasi masyarakat setempat.

Namun, jika pemerintah kelurahan tidak siap menjalankan mekanisme tersebut, maka dapat melalui sistem lelang.

“Kita juga melihat di pasal 15 bahwa pengelolaan DAU Kelurahan, jika pemerintah kelurahan tidak siap untuk menjalankan, maka dilakukakn secara mekanisme, mekanisme yang dimaksud adalah barang dan jasa itu dilakukan secara lelang,” urai Jupri.

Menanggapi pernyataan ketua DPRD, Presidium AMPAS, Asrul menyebut, sumber daya manusia yang dimiliki pemerintah kelurahan jauh di bawah pemerintah desa.

“Pengelolaan DAU Kelurahan terkendala hanya persoalaan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dialihkan dengan dalih tidak mampu mejalankan secara swakelola, maka dipihak ketigakan.”

“Berarti kami beranggapan bahwa desa hari ini lebih hebat daripada kelurahan,” jelas Asrul.

Pemerintah desa, lanut Asrul, mampu mengelola dana hingga Rp 1 miliar secara swakelola, sedangkan pemerintah kelurahan tidak mampu.

Pihaknya menganggap hal tersebut sebagai suatu lelucon.

Lurah Pappang juga ikut angkat suara. Pihaknya mengakui belum bisa mengelola DAU karena terkendala SDM.

“Sama halnya di kota-kota lain hampir sebagian besar itu terkendala di SDM,” imbuhnya.

Pengakuan pihak pemerintah soal polemik DAU karena rendahnya tingkat SDM itu, dinilai AMPAS sebagai tamparan keras bagi pemerintah kelurahan.

Reporter: Nuryadi

Editor     : Mediaekspres.id

“Hidup adalah proses pengembaraan bukan tujuan.”

NN

Komentar