by

Perjuangan Mahasiswa, DPRD Polman Wassalam

POLMAN,MEDIAEKSPRES.id- Aliansi masyarakat mahasiswa Polman yang tengah menggelar aksi unjuk rasa telah menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada DPRD Polman.

Hal tersebut lantaran mereka merasa kecewa karena sudah dua hari — sejak Kamis 8 hingga Sabtu 10 Oktober — mereka menggelar aksi dan meminta perwakilan 9 fraksi datang untuk menemui mereka.

Namun satupun perwakilan fraksi tak menampakan batang hidungnya.

Mereka sebelumnya tidak ingin beranjak dari gedung DPRD Polman, sebelum perwakilan ke 9 fraksi datang untuk melakukan audiens bersama mereka.

Namun, wakil Ketua II Dprd .H.Hamzah Syamsuddin dari fraksi grindra yang datang pagi tadi, berkata, bahwa akan melakukan komunikasi terhadap semua perwakilan fraksi untuk menerima permintaan massa aksi untuk hadir bersama mereka.

“Berikan saya waktu untuk berkomunikasi. Karena setiap partai punya daya sendiri,” kata Hamzah kepada Mahasiswa

Harapan para mahasiswa kepada sang wakil rakyat sebagi penyerap asiprasi itu sirna. Merekapun beranjak dari gedung DPRD dengan menatap tajam gedung mewah itu. Dengan menggenggam harapan. Harapan seuntai kata dari mulut sang wakil ketua untuk bertemu kembali di hari esok.

“Ketidak hadiran 9 fraksi adalah gambaran bahwa dprd polman tidak partisipatif dan takut menemui massa aksi,” ungkap Kidu salah satu massa aksi, kepada mediaekspres, Sabtu, (10/10/20).

Menjadi anggota DPRD menjadi salah satu impian dari banyak orang, namun tentu memiliki peran penyerap aspirasi masyarakat. Selain itu juga berfungsi untuk mengawasi kinerja pemerintah.

Repoerter : Firda Mutmainnah
Editor : Mediaekspres.id

Kata Bijak : “Berteman dengan tukang parfum, maka kita akan mendapatkan wanginya. Berteman dengan penempah besi, kita akan mendapat bara-nya. Begitu juga dengan engkau wakil rakyat, berteman lah dengan orang2 baik, supaya setiap aktifitasmu selalu baik dan tidak merugikan rakyat dan negara,”

NN

Comment