oleh

Pembunuh Demas Laira Berhasil Diungkap, Begini Kronologinya

MATENG, MEDIAEKSPRES.id – Pelaku pembunuhan Almarhum Demas Laira berhasil diungkap oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Sulawesi Selatan dan Polda Sulawesi Barat. Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak enam orang.

Adapun motif pembunuhan lantaran salah satu Pelaku tidak menerima adiknya diganggu oleh Korban. Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen Budi Sampurno melalui siaran persnya, Rabu (21/10/20).

“Meninggalnya Demas Laira tidak berkaitan dengan profesinya sebagai wartawan, tetapi karena kejadian lain yang tidak diduga. Tersangka dan Korban tidak saling mengenal dan itu sudah dibuktikan,” kata Kapolda Sulbar.

Secara singkat kronologi kejadian, kata Brigjen Budi Sampurno, sekitar pukul 23.00 Wita, Selasa 18 Agustus 2020, seorang pegawai koperasi di Mateng dalam perjalanan pulang dirumahnya, tetapi ditengah perjalan diganggu oleh korban.

“Di tengah perjalanan Korban Demas Laira menanyakan kampung Topoyo, dan dijawab oleh beliau dibelakang. Akan tetapi Demas Laira terus mengikuti, sampai-sampai jilbab wanita ini ditarik dan hampir jatuh dari motornya,” jelasnya.

Baca juga:

Baca juga

Lebih lanjut Kapolda Sulbar menjelaskan, karena wanita tersebut takut sehingga ia terus melanjutkan perjalanan sampai mendapat bengkel dan menelpon rekannya.

“Ia menelpon rekannya dan mengaku telah diganggu orang, sementara Demas Laira terus melanjutkan perjalanan. Akan tetapi tidak lama Demas Laira kembali dan mengikuti lagi dari belakang,” terangnya.

Setelah itu rekan wanita ini menjemput dan mempertanyakan orang yang telah mengganggunya dan ia menjawab ada dibelakang. Sehingga terjadilah pengejaran terhadap Korban. Sementara dari wanita tersebut diantar ke sebuah salon oleh kerabatnya yang lain, setelah itu kerabatnya kembali juga melakukan pengejaran terhadap Korban sampai terjadinya pembunuhan.

“Pembunuhan ini awalnya tidak diinginkan tetapi karena emosi, dimana bersangkutan ini merasa diganggu — yang jadi permasalahan dua dari Pelaku adalah kakak wanita ini,” ungkap Kapolda.

Sementara Pelaku terancam hukuman diatas lima tahun penjara dan tidak masuk dalam perencanaan pembunuhan.

Reporter: Tompo

Editor : Mediaekspres.id

Kata bijak: Kenangan peristiwa yang telah membuat parah hidup kita, dapat dijadikan sebagai tugu peringatan hidup yang manis.

Asti Septiana

Komentar