oleh

‘No Dahlan No Party’ (Bukan Kaleng-kaleng)

“Saya anggap Pak Dahlan ini di Fraksi NasDem hanya kaleng-kaleng. Tapi banyak, sangat banyak menghibur teman-teman fraksi yang lain.”

Lobi politik ala Dahlan ini membuat ruang rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Mamuju bergemuruh dengan gelak tawa peserta.

Ketua Badan Kehormatan DPRD (BKD), Muhammad Reza yang semula berseberangan dengan usulan Dahlan, akhirnya terbuai permintaan rada memelas dari poilitisi asal Kalukku itu.

***

MAMUJU, MEDIEKSPRES.id – Rapat Bamus membahas pembentukan Pansus anggaran Covid-19 Kabupaten Mamuju berlangsung di ruang rapat DPRD, Selasa sore (23/6/2020).

Saling adu argumen tersaji dalam rapat tersebut. Masing-masing legislator mengemukakan pendapatnya tentang mekanisme pembentukan Pansus.

Sebenarnya kerangka sudah terbentuk secara musyawarah dan mufakat. Enam fraksi di DPRD sepakat mengutus masing-masing dua wakil untuk mengisi Pansus anggaran Covid-19. Fraksi NasDem sendiri mendelegasikan nama Malik Ballako dan Yani Baharuddin.

Namun, kerangka ini terancam berubah akibat “manuver” dari seorang Dahlan. Politisi NasDem itu meminta peserta rapat menambah satu jatah lagi untuk Fraksi NasDem.

“Diandaikan saudara-saudara ke Makassar naik mobil, kalau Pak Dahlan tidak ikut maka tidak sakit kah hatinya?”

“Kalau ada Pak Dahlan di Pansus akan selamat dunia-akhirat,” yakin Dahlan diwarnai tawa para legislator di ruang ber-AC itu.

Ketua DPRD Mamuju, Azwar Anshari Habsi yang memimpin rapat, hanya bisa melempar usulan absurd Dahlan itu ke tengah forum. “Usulan ini bisa tidak diterima?” katanya.

Perwakilan Fraksi Gerindra, Muhammad Reza pun terpaksa menerima permintaan tersebut. Orang nomor satu di BKD DPRD itu tak ingin proses rapat berbelit-belit.

Dahlan betul-betul tampil sebagai bintang di momen pembentukan Pansus anggaran Covid-19 Mamuju. Dirinya mengubah keadaan rapat yang tadinya berlangsung alot, menjadi kocak layaknya pertunjukan lawak.

Komentar