oleh

Macapa Mandar, Kisah Inspiratif Pemuda Campalagian

POLMAN, MEDIAEKSPRES.id – Di masa pandemi, sekolah-sekolah diliburkan dengan tujuan memutus mata rantai virus Covid-19 di Indonesia. Namun saat ini, sudah banyak instansi pendidikan yang memulai proses belajar mengajar seperti biasa, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Cerita inspiratif soal dunia pendidikan, lahir dari para pemuda Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).  Mereka membentuk gerakan Masyarakat Cendekia Polewali Mandar (Macapa Mandar).

Kelompok Macapa Mandar tersebut bergerak di bidang literasi untuk anak-anak pesisir pantai Baqbatoa, Lapeo.

Dian, salah satu relawan tenaga pendidik Macapa Mandar mengatakan, gerakan ini berawal dari rasa prihatin ketika melihat anak-anak yang libur sekolah, tidak dapat lagi belajar seperti biasanya. Aksi itu sendiri baru terbentuk pada bulan Juni.

BACA JUGA: Anggaran Pendidikan di Sulbar Tak Sesuai Amanat Undang-Undang

“Di sini ada sebagian yang putus sekolah dan ada sebagian yang masih bersekolah.  Semua gabung ke satu kelas untuk sementara,” kata Dian pada Mediaekspres.id di lokasi kegiatan, Minggu (28/6/2020).

Diceritakan pula oleh Dian, kegiatan yang mereka lakukan setiap hari Minggu tersebut, tetap mematuhi protokol kesehatan. Proses belajar diawali dengan memakaikan masker kepada anak-anak dan mengatur jarak antarpeserta.

Gerakan Macapa Mandar yang dihadiri sekira 20 anak tersebut berjalan lancar dan mengasyikkan.  Para relawan pengajar bergantian untuk mengisi materi pembelajaran. Kegiatan ini dimulai sedari pukul 07.30 pagi dan berakhir pukul 09.00.

“Fitrah seorang anak adalah bermain. Jadi kami di sini berusaha untuk mengisi pelajaran yang diselingi dengan permainan-permainan yang mengasyikkan agar anak tidak bosan,“ sambung Dian.

Tidak hanya itu, Macapa Mandar juga menjalankan 3 program, yakni pengajaran, pendampingan dan pelatihan. Ketiganya akan segera dijalankan dalam waktu dekat.

Untuk sementara, pihaknya baru menjalankan program pengajaran yang telah diterapkan kepada anak pesisir pantai.

Di samping itu, gerakan ini masih kurang dalam segi fasilitas. Hal tersebut membuat Macapa Mandar mesti mengumpulkan donasi berupa alat tulis. Buku bacaan pun dalam bentuk uang untuk membeli pelbagai macam kebutuhan. Misalnya, masker dan kebutuhan belajar mengajar lainnya.

Dian berharap agar minat para peserta tidak surut dan proses belajar mengajar bisa terus berjalan dengan lancar.

”Kami berharap agar macapa mandar bisa membawa perubahan di campalagian karena kembali lagi bahwa kegiatan ini terlaksana atas dasar prihatin pada situasi yang ada,” tutup Dian.

Reporter: Firdha Mutmainnah

Editor     : Mediaekspres.id

Quotes of the day “Kemuliaan manusia diukur dari proses yang kita jalani, seberapa besar eksistensimu dalam praktik humanisasi. Hidup tidak hanya berimajinasi dan bacot belaka, brother!”

Redaksi

Komentar