oleh

KNPI Sebut Banyak Pejabat Istana Rangkap Jabatan

JAKARTA, MEDIAEKSPRES.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama,  mendukung Ombudsman RI pelototi para pejabat di lingkungan Istana yang diketahui rangkap jabatan, sebagai dewan komisaris di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saat audiensi bersama Kejari Kabupaten Bogor, KNPI dan OKP minta persoalan hukum tersebut diperhatikan serius.

Haris Pertama menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki KNPI, ditemukan puluhan pejabat yang rangkap jabatan di 2020.

“Kami mendukung upaya Ombudsman untuk mendalami pejabat yang rangkap jabatan pada tahun 2020,” katanya.

Selain itu, berdasarkan temuan KNPI, ada puluhan pejabat yang terindikasi rangkap jabatan di BUMN dan anak perusahaan lainnya. Hal tersebut membuat mereka mendapat dua jabatan dengan gaji yang dobel.

Olehnya itu, Haris meminta pemerintah mengatur masalah rangkap jabatan pejabat. Pasalnya, rangkap jabatan bertentangan dengan asas umum pemerintahan yang baik.

“Ombudsman juga sudah menyampaikan langkah awal yang perlu diambil  pemerintah untuk masalah rangkap jabatan ini,” katanya.

Selain itu, ia turut mempertanyakan alasan ratusan pejabat tersebut rangkap jabatan dengan dua penghasilan yang cukup besar.

“Apakah pemerintah kekurangan SDM yang mumpuni sehingga ada rangkap jabatan?” sambungnya.

Haris meminta pejabat yang masih rangkap jabatan untuk mundur secepatnya, serta ikut membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung Covid-19.

“Jika sudah menerima gaji dari negara, mengabdilah, mundur dari komisaris karena ini tidak sesuai dengan nawacita dan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi,” tutupnya.

Reporter: Firdha Mutamainnah/***

Editor     : Mediaekspres.id

Kata Bijak: “Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi. Rencana-rencanaku kandas di laci-laci. Tapi kau tahu sendiri–itu semua di Yogya lebih banyak kukira. Angkatan tua itu sungguh-sungguh bobrok!”

Pramoedya Ananta Toer

Komentar