by

MSH Diisukan Sebagai Kader Demokrat Jelang Kongres PMII, Herzaky: Saya Nggak Tahu Nama Itu

 

JAKARTA, MEDIAEKSPRES.id – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) akan menggelar Kongres XX di Balikpapan, Kalimantan Timur, Maret 2021 ini.

Menjelang kongres tersebut, salah satu calon ketua umum, Muhammad Syarif Hidayatullah (MSH) diisukan sebagai kader partai politik.

MSH kabarnya merupakan anggota aktif Akademi Demokrat.

Menanggapi hal itu, MSH menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menyelesaikan proses pendidikan di Akademi Demokrat.

Ia mengaku hanya mengikuti tahapan pertama atau masa orientasi di Ciburial, Jawa Barat, pada 2018 lalu.

“Kalau tidak menyelesaikan proses hingga wisuda, apa sudah bisa dikatakan lolos, sudah bisa dibilang anggota aktif?” heran MSH.

Keikutsertaannya di Akademi Demokrat tahun 2018, kata MSH, hanya untuk menambah ilmu, upgrading skill, dan mengembangkan jaringan.

“Setelah 14 hari pelatihan, saya tidak lagi melanjutkan untuk mengikuti tahapan selanjutnya karena peserta dituntut untuk mengikuti akademi selama 7 bulan dalam 3 tahapan,” terangnya.

“Dan, di tahapan akhir itu harus diwisuda oleh Ketua Umum Partai Demokrat sebagai syarat dinyatakan sebagai lulusan Akademi Demokrat angkatan pertama. Maka saya memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan sampai tahap akhir yang mestinya harus ikut pendidikan 7 bulan. Saya menyelesaikan hanya 14 hari,” sambung MSH.

MSH menilai isu ini sengaja digulirkan untuk menjatuhkannya dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PB PMII.

“Sejak dari awal saya mencalonkan diri, sudah diserang berbagai isu dan fitnah untuk menjatuhkan saya. Kami tahu siapa-siapa saja dan kelompok mana saja yang menyerang itu. Tapi, saya dan tim tetap sabar dan fokus terhadap pemenangan. Kami maafkan mereka-mereka yang menghalalkan segala cara itu untuk menjatuhkan saya,” ungkapnya.

MSH berharap kepada para kompetitornya di Kongres PMII nanti agar berkompetisi secara sehat dan menunjukkan sesuatu yang baik untuk kader dan publik.

“Mari kita semua berkompetisi secara sehat dan tidak menghalalkan cara-cara yang tidak sehat. Dan terakhir saya sampaikan agar jangan ada lagi yang dibuat seperti ini. Kongres tinggal menghitung hari, mari kita berkompetisi secara sehat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengaku tidak mengetahui MSH sebagai anggota Demokrat.

“Saya nggak tahu, belum tahu nama itu (MSH),” ungkap Herzaky via telepon, Kamis (11/3/2021).

Dilansir laman Demokrat.or.id, siswa-siswi pendidikan Akademi Demokrat disebut dengan panggilan Taruna, kepanjangan dari Tunas Muda Harapan Bangsa. Di angkatan pertama, untuk mencapai kelulusan para Taruna harus melalui tiga tahapan pendidikan. Tahap Pratama (Pendidikan Dasar) berlangsung selama 14 hari. Di sini, Taruna belajar bagaimana menyelenggarakan kampanye yang efektif dan efisien.

Pendidikan dilaksanakan di luar dan dalam ruangan, di Ciburial, Jawa Barat.

Setelah melewati tahap pertama, Taruna melanjutkan pendidikan ke Tahap Madya (pendidikan lapangan), yang dilakukan selama lima bulan. Pada masa ini, Taruna menjadi bagian dari tim sukses para caleg di masing- masing dapil serta melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Dari tanggal 5 Desember 2019 hingga satu minggu ke depan, para Taruna yang lolos pendidikan tahap pratama dan tahap madya, akan dilatih, dididik dan dibekali dengan berbagai materi yang berguna dalam menjalankan tugas mendampingi para anggota legislatif melaksanakan tugas sehari-hari.

Reporter: Shermes

Editor     : Mediaekspres.id

“Kalau ingin melakukan perubahan, jangan tunduk pada kenyataan, asal yakin dijalan yang benar,”

Gus-Dur

Comment