oleh

Topoyo Krisis Elpiji

MATENG, MEDIAEKSPRES.id – Masyarakat Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mengeluhkan langkanya tabung gas elpiji 3 kg.

Menurut warga Topoyo, Ani, kelangkaan elpiji sudah berlangsung selama dua minggu terakhir.

Ia merasa kesulitan karena tabung gas merupakan kebutuhan pokok rumah tangga saat ini. Dirinya pun terpaksa menyisir setiap sudut kota Topoyo untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg.

“Kita rela berkeliling berjam-jam hanya untuk mendapatkan tabung, walau kadang harganya tidak sesuai dengan harga biasanya,” keluh Ani.

Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Topoyo juga mengeluhkan hal sama.

Pedagang yang enggan identitasnya dipublis itu mengatakan, pasokan gas dari Satuan Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sudah tiga hari tidak masuk.

“Pasokan tabung kami habis hari ini, dan sudah sekitar tiga hari pertamina belum masuk,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mateng, Bahri Hamsa mengaku belum menerima informasi soal krisis tabung gas elpiji.

“Kami belum terima informasi itu,” ujar Bahri, Selasa (21/7/2020).

Namun, ia berjanji akan segera mengecek langsung ke pangkalan gas yang ada di wilayah Topoyo. Jika menemukan ada permainan harga, pihaknya tak segan mencabut izin pangkalan tersebut.

Terkait pedagang tabung gas eceran, Bahri memberi kebijakan untuk mengatur harga sesuai jarak tempuh dari pangkalan.

Anehnya, Dinas Koperindag Mateng belum mengatur harga eceran tertinggi bagi pedagang tabung gas eceran.

Reporter: Jeky

Editor     : Mediaekapres.id

Kata bijak “Betapa pun tajam pedang keadilan, ia tidak memenggal kepala orang yang tidak bersalah.”

NN

Komentar