MAJENE, MEDIAEKSPRES.ID – Babak delapan besar turnamen sepak bola Pemuda Somba Cup mempertemukan Garuda Pelattoang vs Malunda Kalorang FC, Selasa (3/3/2020).
Pertandingan yang berlangsung di lapangan Buraq Sendana, Kabupaten Majene itu dimenangkan Garuda Pelattoang lewat gol semata wayang Udin Meong di menit 65’.
Analisis Pertandingan
Laga tersebut berlangsung sengit, jual beli serangan tersaji di pertandingan kali ini. Walau memakai sistem 2 kali 40 menit, pertandingan sudah berlangsung keras sejak wasit meniup peluit kick off.
Pelanggaran demi pelanggaran dilakukan kedua tim, namun tidak ada kartu yang dihadiahkan pada pemain. Hingga babak pertama usai, tidak satu gol pun tercipta.
Kesebelasan Garuda Pellatoang FC menurunkan hampir seluruh pemain bayaran yang pernah memperkuat Liga 2 Indonesia, sepeti Taslim dan Nasar. serta pemain asal Polewali Mandar dan Mamuju. sementara tim Malunda hanya diperkuat pemain lokal.
Garuda Pellatong memang sempat menggetarkan jala gawang Malunda Kalorang di babak pertama lewat pemain lincahnya, Udin Meong.
Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Udin dianggap sudah berada dalam posisi offside
Masuk babak kedua tepatnya menit 65, Udin Meong akhirnya berhasil mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Malunda.
Di menit-menit akhir, serangan Garuda Pellattoang kembali membuahkan gol, namun lagi-lagi dianulir wasit karena dianggap offside.
Apresiasi untuk Malunda Kalorang FC
Meski anak asuhnya berhasil menang, Manajer Tim Garuda Pellatoang, Adyatma sangat mengapresiasi perjuangan Malunda Kalorang FC.
“Pertandingan tadi sangat sulit meski kami menang 1-0 tapi mereka tim Kalorang FC memang luar biasa, meski dihuni pemain lokal, tapi berkat padunya permainan mereka, karena seringnya latihan bersama, permainan mereka begitu bagus” kata Adyatma.
Kemenangan tersebut dipersembahkan Adyatma untuk sponsor tunggal mereka, yakni salah satu pengusaha sukses pellatoang, Sudirman Yusuf.
Sementara Irfan, Manajer tim Kalorang Malunda mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit.
“Saya pribadi sangat kecewa atas kepemimpinan wasit, banyak pelanggaran-pelanggaran untuk pemain saya yang tidak dianggap pelanggaran,” keluh Irfan.
Meski demikian, dia begitu puas dengan permainan anak asuhnya. Meski dihuni pemain lokal dari Malunda, timnya mampu meladeni permainan tim bertabur bintang, Garuda Pellatoang.
Reporter: Taslan
Editor : Harly
Komentar