MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju mengkonfirmasi jumlah sekolah yang rusak akibat gempa bumi mencapai sekira 90 unit.
“Dari data yang ada, sekolah yang rusak itu, PAUD 33, SD 47 dan SMP 10,” terang Kepala Disdikpora Mamuju, Hj. Murniani via telepon, Senin (1/2/2021) kemarin.
Sekolah tersebut tersebar di 5 kecamatan, yakni Tapalang, Tapalang Barat, Simboro, Mamuju dan Kalukku.
Murniani mengaku, jumlah sekolah rusak akibat gempa di Mamuju bisa saja mengalami peningkatan.
“Data (kerusakan) masih bergerak, ini kan data Kamis (28/1) ” imbuhnya.
Pihaknya pun sudah melaporkan kondisi sekolah yang rusak itu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Disdikpora masih menunggu arahan selanjutnya dari kementerian.
Terkait proses pembelajaran bagi siswa yang terdampak gempa, Murniani mengatakan, belum bisa berjalan.
“Kebanyakan (siswa) masih ada di lokasi pengungsian jadi proses belajar-mengajar belum berjalan,” ungkap Murniani.
Sementara itu, bagi sekolah di Kecamatan Papalang, Bonehau, Kalumpang, Sampaga dan Tommo, diimbau tetap melaksanakan proses belajar-mengajar seperti biasa.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Malunda, Kabupaten Majene pada 15 Januari lalu. Gempa tersebut berdampak hingga Mamuju dan Mamasa.
Reporter: Shermes
Editor : Mediaekspres.id
“Jika engkau ingin hidup senang, maka hendaklah engkau rela dianggap sebagai tidak berakal atau dianggap orang bodoh.”
Phytagoras
Komentar