by

Syafrudin Baderung : Paham Radikalisme Sulit Berkembang di Sulbar

MAMUJU,MEDIAEKSPRES.id- Di Daerah lain di Indonesia paham radikalisme berkembang. Hal itu ditandai dengan masifnya penyebaran paham tersebut hinggal masuk ke sekolah- sekolah dan juga rumah ibadah, oleh pihak-pihak yang ideologi radikalnya berafiliasi dengan jaringan global.

Di provinsi Sulbar, tak begitu mengawatirkan, sebab di Sulbar gerakan radikalisme tak akan berkembang. Hal itu dikarenakan Sulbar telah memilihki penangkan gerakan-gerakan ideologi bertangan itu.

“Sulit Berkembang di Provinsi Sulbar. Karena ada kiai-kiai sepuh, pimpinan pondok pesantren yang telah menanamkan nilai-nilai pancasilais dan kebangsaan di daerah ini,” kata Kepala Kanwil Kemang Sulbar, Syafrudin Baderung dihadapan pengurus IJS, Kamis, 3 November 2022.

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Gorontalo itu, juga menekankan membangun penguatan moderasi beragama. Implementasi moderasi beragama, yaitu corak beragama yang mengambil jalan tengah. Tentu, tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan menghargai kearifan lokal di perkuat.

Selain itu, provinsi Sulbar, umat beragama lebih beragam dari pada provinsi Gorontalo. Bahkan ia menyinggu di Sulbar, ada komunitas yang tidak merupakan umat beragama.

Mereka masih menganut paham aliran kepercayaan. Yaitu ‘mappurondo’.

“Aliran kepercayaan itu bukan kami yang urus. Yang urus itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka masuknya disitu. Di Sulbar moderasi beragama itu sudah sangat jalan dengan bagus. Masyarakat tidak mudah tersulut dengan hal-hal yang kecil. Hampir tidak ada masalah agama di Sulbar. Walaupun itu ada letupan-letupan kecil,” jelasnya

Masyarakat Sulbar, telah paham cara hidup bermasyarakat, bernegara, taat kepada hukum dalam membangun kehidupan berbangsa yang adil dan makmur.

Reporter : Chandraqa

Editor : Mediaekspres.id

 

“Hasil tertinggi dari pendidikan adalah toleransi. Karena semakin seorang paham perbedaan, dia akan paham makna kebersamaan.”

NN

 

Comment