Tidak Sesuai Spek Proyek Rehab-Rekon di Tapalang Dihentikan

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Pekerjaan Rehabilitasi (Rehab) dan Rekonstruksi (Rekon) Pembangunan Sekolah Dasar (SD) Tonimana diberhentikan lantaran diduga beberapa bahan bangunan tidak sesuai spesifikasi yang ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dari informasi yang diperoleh, besi yang digunakan pihak pelaksana atau kontraktor diduga tidak sesuai ukuran, type dan merk yang ada di RAB. Selain itu, dilokasi pekerjaan tidak ditemukan papan proyek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabuten Mamuju, Jalaluddin Duka menyebut pekerjaan proyek Rehab-Rekon SDK Tonimana, yang berada di wilayah Kec. Tapalang, Kab. Mamuju, dianggarkan lewat APBN dan dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar).

Sedangkan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Sulbar, Ibrahim mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak kontraktor proyek pekerjaan Rehab-Rekon SDK Tonimana. Olehnya ia minta dibantu untuk mencari tahu pihak kontraktor pekerjaan tersebut.

“Tolong kt kirimkan sy papan proyekx ?. Sy mau panggil kontraktornya, krn sy tidak tau pasti siapa kontraktornya.

Tolong dibantu cari tau siapa kontraktorx,” tulis Ibrahim, Sabtu kemarin (27/08/22).

Kemudian salah satu Staf Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Sulbar, Yusri, mengaku proyek Rehab-Rekon Pasca Gempa tersebut dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Wika) salah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.

Ia mengaku, sebelumnya sudah diminta untuk dibongkar karena beberapa bahan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

“Kemarin memang kita suruh bongkar, karena memang tidak sesuai. Materialnya juga tidak sesuai,” terang Yusri.

Meskipun sempat terhenti, Yusri mengaku pembangunan SDK Tonimana sudah kembali berjalan. Ia mengaku sebelumnya juga sudah ditekankan, apabila tidak sesuai spesifikasi maka akan ditolak.

“Kalau bicara anggaran, secara keseluruhan, satu kontrak. (masa pekerjaan) Ini sampai tahun depan,” pungkasnya.

Baca juga

LSM LIRA Minta Polda Sulbar Periksa Proyek SMA Negeri 1 Malunda

LSM Gerak Akan Laporkan Pelaksanaan DAK Pendidikan Sulbar

Dianggarkan 28 Milliar Lebih, Pekerjaan Sekolah Majene-Polman Disorot

Dianggarkan 28 milliar lebih, Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar disorot sejumlah pihak.

Pasalnya, pekerjaan yang diharapkan selesai pada akhir Maret 2022 lalu, sampai pada 20 Juni 2022 masih juga belum tuntas.

Demikian juga sesuai tuntutan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Salah satu faktor penghambat, lantaran bahan dan peralatan bangunan yang tidak memadai. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pekerja bangunan yang ada di SD Negeri Tamajannang, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Hasil investigasi, fakta lapangan ditemukan masih ada sejumlah spek bangunan yang belum diselesaikan. Seperti di SD Negeri Tamajannang yang masih menyisahkan pekerjaan plafon dan pasangan tegel dinding.

Kemudian itu, di SD Negeri 027 Tatibajo, Majene. Dalam hal ini, pihak sekolah mempertanyakan pemasangan balon lampu, kran pada bak air dan pasangan tegel tangga sekolah.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga mempertanyakan sumber air untuk tandon dan plesteran dinding yang terkelupas.

“Saya lihat ini ada tangga, apakah ditegel atau tidak?. Ini juga balon lampu apakah pihak sekolah yang tanggung atau bagaimana ?” tanya pihak sekolah.

Di tempat berbeda, Jumat 22 Juli 2022, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan dan Rehabilitasi Sekolah, Yusri, memberikan keterangan terkait pekerjaan yang dianggap belum tuntas.

Menurutnya, aktivitas yang berlangsung dilapangan adalah kegiatan pemiliharaan. Termasuk pembenahan dampak gempa bumi 5,8 Skala Richter (SR) pada Rabu, 8 Juni 2022 lalu.

“Saya sudah konfirmasi (pihak kontraktor). Mereka bilang itu masa pemiliharaan dan perbaikan, karena gempa kemarin,” kata Yusri saat ditemui di kantornya.

Kemudian terkait permasalahan yang ada di SD Negeri 027 Tatibajo, pihaknya sudah menyarankan kepada pihak pelaksana untuk segera menuntaskan pekerjaan.

Diakui yang menjadi faktor penghambat pihak rekanan belum menuntaskan pekerjaan karena menghindari kehilangan barang.

Disampaikan, bahwa sebelumnya sudah dilakukan pemasangan balon lampu. Namun setelah itu hilang. Penomena tersebut diakui sering kali dialami oleh pelaksana. Seperti kehilangan tegel yang sudah terpasang.

“Pernah itu di Kalausu tukang sudah pasang tegel. Besoknya itu hilang dicopot orang,” ungkap rekan Yusri.

Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Sekolah Kab Majene Diduga menggunakan pondasi lama.

Selain itu, ia menjawab terkait penggunaan pondasi lama di SD Negeri 029 Kalausu. Kata dia, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak disebutkan harus menggunakan pondasi baru.

Reporter : Irwan

Editor : Mediaekspres.id

Comment