PHS Kampanye Libatkan ASN, GMNI Pertanyakan Kerja Bawaslu Sulbar

MAMUJU,MEDIAEKSPRES,id- Tahapan pemilu serentak belum dimulai, Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulbar sudah memperlihatkan keberpihakan. Padahal aturan mengenai pelarangan bagi ASN dalam terlibat dalam politik praktis, hampir setiap hari di sosialisasikan.

Hal tersebut ditanggapi geram oleh Aktivis GmnI Sulbar, Baharuddin Bayu. Pihaknya menyayangkan hal tersebut terjadi.

“Ini ironis, karna hampir setiap hari ada sosialisasi pelarangan ASN. dalam praktik politik praktis, tapi justru seorang ASN nomor 1 di Rumah Sakit Umum Sulbar, yang melakukannya,” kritik Ketua DPD GMNI Sulbar dalam keterangannya di Mamuju, Minggu (26/02/2023).

Ini hal lucu karena pelanggaran ASN tersebut, melibatkan Rektor UNM yang merupakan, salah satu bakal calon Gubernur yang namanya cukup santer, di diskusikan dan diberitakan di mana-mana. Hal tersebut dibuktikan oleh baanyaknya spanduk dan baliho kampanyenya.

“Apa lagi, ini agak lucu, karna yang melakukannya itu, katanya sang rektor universitas besar, tapi kok dengan bangganya mempertontonkan praktik-praktik pelanggaran,” sentil aktivis GMNI Sulbar.

Masih Bayu menjabarkan bahwa dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2014, tentang Pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS, Undang-undang nomor 10 tahun 2016.

Selanjutnya ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 dan PP nomor 53 tahun 2010. Salah satu point dalam UU tersebut adalah, Dilarang mengadakan dan/atau menghadiri pertemuan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon kepala daerah.

“Apa lagi, kami membaca di mediaekspres.id, bahwa yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain adalah, Pak Nadir staf PJ Gubernur Sulbar, Dirut RSUD Sulbar, dari Dewan Pendidikan pak Amran Hb yang juga menjabat Komisioner Basnaz Sulbar, inikan mencederai birokrasi, dan mencederai proses demokratisasi kita,” urai Baharuddin Bayu melalui pesan WhatsAppnya

Olehnya itu, Lanjutnya kepada Bawaslu Sulbar, untuk tidak berdiam diri, Bawaslu meski menunjukkan fungsi pengawasan dan pencegahannya, begitupun kepada Pj. Gubernur Sulbar Akmal Malik.

“Pak Pj. Gubernur Sulbar meski memberikan teguran kepada bawahannya, jika tidak memberikan teguran, kami mencurigai pak Pj. terlibat dibelakangnya,” tutup Bayu.

Penulis : Iksan

Editor : mediaekspres.id

Comment